Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Ular Kobra Paling Berbisa dan Berbahaya di Dunia

Jika ada yang bertanya ular paling berbisa, jelas jawabannya adalah kobra ya. Ular yang masuk ke dalam keluarga elapidae ini, memiliki ciri khas dengan bentuk leher berkembang apabila merasa terganggu.

Ular Kobra yang Mematikan
Ilustrasi Ular Kobra. Sumber: newsweek.com

Ular kobra dengan ragam spesies, dapat ditemukan di wilayah Afrika Selatan. Selain bisanya yang sangat beracun, ular ini juga agresif dan bisa disebut sebagai pembunuh berdarah dingin.

Nah kali ini, kami akan membahas mengenai 10 jenis kobra paling berbahaya di dunia yang harus kamu tahu.


10. Kobra Air Afrika

Di mulai dari urutan ke-10. Ada ular kobra air yang banyak terdapat di Afrika. Ada dua spesies kobra yang termasuk kedalam jenis ini, yaitu banded water cobra, atau naja annulata dan congo water cobra, atau Naja Christyi.

Kedua ular kobra asli afrika ini, memiliki racun neurotoksin yang sangat kuat dan dapat mematikan. Ular kobra air Afrika merupakan jenis ular yang lebih banyak menghabiskan waktunya di perairan daripada di daratan.

Dan yang mengejutkan ular kobra Afrika ini, mampu bertahan selama 10 menit di dalam air lo guys. Kobra air Afrika biasanya hidup di wilayah barat Afrika, ular ini memiliki ukuran rata-rata berkisar antara 1,4 hingga dua meter lo guys.

9. Kobra Mesir

Yang berikutnya masih berasal dari daerah di benua Afrika. Jenis kobra Mesir adalah pelaku sejumlah besar gigitan dan kematian yang disebabkan kobra terhadap manusia. Racun dari kobra Mesir terdiri dari neurotoxin dan sitotoksin. 

Yang mengerikan dari ular kobra Mesir adalah ia dapat menghasilkan racun sebanyak 175 sampai 300 mg hanya dalam satu gigitan. Dengan jumlah racun sebanyak itu, pastinya akan sangat fatal bagi makhluk hidup ya guys.

Kobra Mesir adalah salah satu jenis ular kobra terbesar di Benua Afrika. Ciri khas dan uniknya adalah Ia memiliki mata yang besar dengan pupil mata yang bulat. Panjang tubuh dari kobra Mesir sendiri, berkisar antara 1-2 meter dengan panjang tubuh maksimum kurang dari 3 m. Warna tubuhnya bervariasi biasanya berwarna kecoklatan, kadang-kadang dihiasi dengan bercak-bercak terang atau gelap, serta terdapat corak di bagian bawah matanya.

Bagian bawah tubuh dari kobra Mesir umumnya berwarna putih krim, kuning kecoklatan, kelabu dan terkadang disertai dengan bintik-bintik. Spesies kobra ini memiliki taring besar yang menyebabkan ia dapat menghasilkan racun dalam jumlah besar.

Keracunan bisa dari kobra Mesir harus ditangani serius secara medis, akan tetapi kobra Mesir seringkali menjadi atraksi jalanan di Timur Tengah.

8. Kobra Sumatera

Yang berikutnya adalah kobra Sumatera. Kobra sumatera adalah spesies kobra penyembur atau nama kerennya spitting cobra yang endemik di Asia Tenggara.

Ular ini juga disebut kobra hitam, kobra melayu atau kobra khatulistiwa. Ular ini merupakan salah satu jenis ular kobra yang mampu menyemprotkan bisa ke arah pengganggunya.

Panjang tubuh dari kobra Sumatera umumnya berkisar antara 0,9 sampai 1,2 meter. Akan tetapi dalam beberapa kasus, ukuran ular ini bisa juga mencapai 1,5 atau 1,6 M. Ciri khas dari ular ini adalah pewarnaan pada tubuhnya, kobra sumatera memiliki dua varian yakni warna kekuningan pada spesimen spesimen di tailand dan warna kehitaman pada spesimen spesimen di kawasan nusantara seperti Malaysia, Singapura, Indonesia dan Filipina.

Seperti jenis kobra lainnya, kobra Sumatera memiliki racun yang mengandung neurotoxin, kemungkinan juga terdapat kandungan cardiotoxin dan sitotoksin pada bisanya.

Ular ini juga mampu menyemburkan bisa ke arah mata pengganggunya lho, bisa yang mengenai mata akan menyebabkan kebutaan apabila tidak segera ditangani.

7. Kobra Cina

Kobra Cina atau Naja Atra adalah salah satu anggota yang sangat berbisa dari jenis ular kobra. Ular jenis ini kebanyakan ditemukan di Cina Selatan dan Taiwan.

Kobra Cina berwarna hitam dengan permukaan perut yang berlendir, kepala dari spesies ini cukup besar lo guys, dan juga kepalanya sedikit berbentuk segitiga. Meskipun mereka bukan jenis kobra yang meludah, beberapa kobra cina mampu menyemprotkan racun ke arah targetnya dalam jarak dua meter.

Di Taiwan tercatat terdapat 593 kasus gigitan ular kobra tiongkok dari tahun 1904 hingga 1938. Dari situ, 87 kasus fatal memiliki angka kematian sebanyak 15%, kobra ini dapat memiliki panjang 1,2 hingga 1,5 meter.

Kobra Cina memiliki racun neurotoxin dan cardiotoxin pada bisanya. Setelah tergigit, gejala sistemik berikut mungkin juga terjadi pada korbannya, antara lain sakit di bagian dada, demam, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, kehilangan suara, lemas dan kesulitan bernapas.

6. Kobra Cape Afrika

Cape kobra dianggap sebagai salah satu spesies kobra paling berbahaya di Afrika. Kobra cape Afrika dewasa memiliki ukuran panjang sekitar 1,2 hingga 1,4 meter. Makanan utama kobra cape Afrika sangat beragam, terdiri dari ular jenis lain, hewan pengerat Kadal dan burung.

Uniknya, ular ini juga terkadang memangsa jenisnya sendiri atau bersifat cannibalistic lho. Racun ular kobra ini cenderung kental dan mengering menjadi serpihan disaat telah disuntikkan ke dalam tubuh korbannya.

Racun kobra cape terdiri dari neurotoxin, postin apik yang kua, dan mengandung cardiotoxin. Racun ini dapat mempengaruhi sistem pernafasan, sistem saraf dan jantung.

5. Kobra Filipina

Berikutnya ada kobra Filipina atau yang biasa disebut Ulupong dalam bahasa lokal. Jenis kobra yang satu ini, memiliki racun postsinaptic yang mempengaruhi fungsi pernapasan dan dapat menyebabkan neurotoksisitas dan kelumpuhan paru-paru hingga kematian.

Ular-ular ini mampu meludahkan racunnya secara akurat, pada target sejauh tiga meter atau 9,8 kaki jauhnya. Gejala-gejala gigitan mungkin termasuk sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, pusing dan kesulitan bernapas.

Meskipun memiliki gejala, terkadang dalam beberapa kasus setelah tergigit oleh ular ini, tidak ada tanda-tanda atau gejala lho guys. Jadi pastikan untuk langsung memeriksakan diri, setelah tergigit ular ya.

Ular jenis ini, biasanya berbadan kekar dengan panjang rata-rata 1 meter dan dapat tumbuh hingga panjang 1,6 meter. Kobra Filipina biasanya hidup di dataran rendah dan daerah berhutan wilayah Filipina Utara, Pulau Luzon, Mindoro, Catanduanes Azria dan Masbate.

4. Kobra Hutan Afrika

Forest kobra, kobra hutan atau Naja melanoleuca merupakan spesies kobra terbesar dengan panjang hingga 3,1 meter. Kobra hitam ini juga biasa disebut kobra hitam dan kobra berbibir hitam putih. Kobra asli Afrika ini mudah beradaptasi, dan dapat ditemukan di hutan dataran rendah dan gurun.

Untuk urusan makanan, ular ini bukan jenis yang pemilih lho. Mulai dari serangga besar hingga mamalia kecil dan reptil lainnya, bisa saja menjadi santapannya. 

Spesies ular ini merupakan jenis ular yang sangat waspada. Ketika merasa terpojok atau terusik, kobra hutan akan menunjukkan peringatan khas kobra, dengan mengangkat tubuh depannya dan mendesis keras.

Tapi nyatanya, gigitan pada manusia dari ular kobra hutan merupakan kasus yang sangat jarang terjadi. Karena ular ini tidak akan menyerang manusia kecuali ia merasa nyawanya terancam.

Racun dari kobra ini adalah neurotoxin, postsinaptic dan menyebabkan gagal pernapasan sehingga gagal jantung. Kematian dapat terjadi dengan cepat, sekitar 30 menit sampai dua jam setelah korbannya tergigit.

3. Kobra Caspia

Kobra jenis ini banyak ditemukan di Asia Tengah. Caspian kobra memiliki sifat yang sangat agresif, dan merupakan salah satu spesies kobra paling berbisa di dunia.

Spesies ini rata-rata memiliki panjang total sekitar satu meter hingga 1,5 meter. Gigitan kobra ini dapat menyebabkan rasa sakit dan bengkak, dengan neurotoksisitas yang parah.

Korban dari gigitan Caspian kobra ini, akan mengalami kelelahan berlebih, rasa kantuk, tenggorokan yang seperti terbakar dan kesulitan bernapas. Biasanya setelah tergigit, korban akan mati secara perlahan dalam waktu kurang dari satu jam setelah gigitan. Ngeri banget ya.

2. King Kobra

Di posisi kedua ada king kobra atau ophiophagus hannah yang merupakan ular berbisa paling panjang di dunia.

Panjang king kobra dewasa bisa sampai tiga hingga empat meter. Ular jenis ini sangat banyak tersebar di India dan kawasan asia tenggara sampai Indonesia. 

Racun yang dimiliki king kobra terdiri dari sitotoksin dan neurotoxin, termasuk alfa neurotoksin dan three finger toxin. Racun tersebut mempengaruhi sistem saraf pusat korban mengakibatkan rasa sakit yang parah, penglihatan kabur, vertigo, kantuk dan akhirnya kelumpuhan.

Racun king kobra dapat berkembang menjadi kolaps, kardiovaskular dan korban mengalami koma, serta kematian akan segera terjadi karena kegagalan pernapasan. Orang yang terkena racun king kobra dapat meninggal dunia dalam waktu 30 menit setelah dipatuk. King kobra tidak bisa menyemburkan bisa seperti kobra lainnya.

1. Kobra India

Juara 1 ular kobra paling berbisa di dunia dipimpin oleh kobra India atau Naja Naja. King kobra kalah berbisa dengan kobra India. Dia juga dikenal sebagai Binocellate kobra, karena punya pola dua lingkaran dilehernya. Ular ini ditemukan di India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal dan Bhutan.

Racun kobra India mengandung neuro toksin postsinaptic yang kuat dan Cardiotoxin. Racun tersebut bekerja pada sistem saraf korbannya, sehingga melumpuhkan dan melemaskan otot.

Dan pada kasus yang parah, dapat menyebabkan kesulitan bernapas hingga gagal jantung. Kematian pada manusia yang terkena gigitan ular ini terjadi sangat cepat, antara 15 menit dan dua jam setelah di gigit. Sungguh fatal dan mengerikan ya guys.


Naah, itulah 10 ular kobra paling berbahaya di dunia. Kalau menurut kalian, jenis kobra mana yang paling berbahaya.