Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Siput Paling Berbahaya di Dunia yang Harus di Hindari

10 Siput Paling Berbahaya di Dunia yang Harus di Hindari

Siput merupakan hewan bercangkang yang berasal dari anggota kelas Mollusca Gastropoda

Pada umumnya, hewan ini dapat ditemukan dimana saja, seperti parit, gurun dan laut. Baik di darat, air tawar atau air payau.

Kebanyakan dari mereka termasuk hewan herbivora dengan beberapa spesies yang berada di laut dan darat merupakan pemangsa omnivora.

Pada dasarnya, siput tidak terlalu bahaya atau mengancam kehidupan makhluk hidup lain. Tapi, ada beberapa spesies siput yang harus dihindari jika bertemu.

10 Siput Paling Berbahaya di Dunia yang Harus di Hindari

Nah, kali ini kita akan membahas 10 siput paling berbahaya di dunia yang harus kamu hindari.

10. Murex Berduri

Spesies siput satu ini merupakan predator yang masih satu spesies dengan siput laut lainnya. Berbeda dengan siput lainnya, tubuh murex dilindungi oleh suatu cangkang yang lebih mirip disebut dengan duri.

Ukuran cangkang hewan ini berkisar antara 60-90 mm. Mereka biasa hidup di perairan yang dangkal atau perairan yang lebih dalam. Dengan ciri-ciri keduanya yang berbeda dari duri yang melingkupi tubuh lebih panjang siput di perairan dalam.

Siput ini termasuk dalam predator yang rakus, dengan rasa yang tidak enak dan tidak didekati oleh ikan-ikan karnivora lain. Mereka cenderung kanibal yang dibuktikan dengan pelubangan cangkang yang dilakukan teman satu spesiesnya.

Pada zaman dulu, siput ini digunakan sebagai penghasil zat pewarna ungu atau disebut dengan Homotire.

9. Raja Siput

Raja siput merupakan spesies siput yang berasal dari Australia dan termasuk Gastropoda yang setara dengan seekor kerang raksasa.

Mereka memiliki ukuran tubuh 18 kg dan ukuran cangkang yang lebih besar yakni 1 meter. Selain dapat dijumpai di Australia, siput ini juga berada di indonesia timur dan sekitar lapua nugini.

Habitatnya berada di intertidal berpasir dan zona sub literal yang kedalamannya bisa mencapai 30 meter.

Pengetahuan tentang ekologi, siput ini masih belum banyak diketahui, studi ada yang menunjukan pengamatan tentang makanannya. Menurut studi ini perbedaan yang cukup aneh dalam keseharian siput asal Australia ini.

8. Siput Pengebor Cangkang

Siput satu ini menjadi momok menakutkan bagi semua kerang, karena dapat melobangi cangkang tempat tinggal dan persembunyian mereka.

Dari penampilannya, siput bulan memang cantik, tapi jangan sampai terjebak fisiknya yang rupawan. Ia mampu melubangi atau mengebor cangkang kerang yang menjadi santapannya sehari-hari.

Jika sudah menemukan buruannya, mereka akan mengebor cangkang kerang menggunakan lidah berduri yang dimilikinya atau biasa disebut Radula.

Radula tadi dibantu dengan asam yang keluar dari siput bulan melarutkan kalsium karbonat pembentuk cangkang kerang. Selain memiliki radula dan asam yang mampu melarutkan bahan pembentuk cangkang, siput ini memiliki kaki besar yang dapat berevolusi menjadi mantel.

Mantel ini berfungsi untuk menahan mangsanya agar tidak mudah lepas begitu saja. Semua bagian tubuh siput ini bersinergi ya untuk menangkap mangsanya.

Nah siput bulan ini, biasa dijumpai di perairan pasifik bagian barat daya.

7. Siput Kerucut Mematikan

Siput kerucut berasal dari terumbu wilayah indopasifik diwilayah beriklim tropis dan hangat. Mereka memiliki Panjang tubuh yang dapat tumbuh hingga 15 cm.

Meski memiliki ukuran tubuh yang kecil, sebaiknya jangan meremehkan kekuatan hewan laut ini, marena mereka dapat mengeluarkan racun. 

Siput kerucut dapat mendeteksi keberadaan mangsa yang berenang disekitarnya guys, hampir mirip dengan kemampuan hiu. Setelah menemukan mangsanya, mereka akan menembakan sesuatu yang mirip jarum semacam belalai tajam dari mulutnya.

Siput ini juga akan menarik mangsanya menggunakan belalai tajam tadi, mangsa yang telah tidak berdaya dimanfaatkan si siput untuk melebarkan mulut dan menelan utuh mangsanya.

Jika makanan sedang langka, mereka biasa memangsa cacing laut, siput lainnya atau ikan. Tidak hanya berlaku bagi hewan laut, manusia juga patut menghindar apabila bertemu dengan siput kerucut.

Manusia yang terkena kontak dengan siput ini juga dapat terkena racun, meski kematian yang disebabkan siput kerucut masih rendah alangkah baiknya harus berhati-hati dan selalu melihat lingkungan sekitar.

6. Siput Pembunuh

Seperti Namanya, siput ini dapat dijumpai diperairan tawar baik didanau atau pun sungai. Siput berukuran kecil ini merupakan molusca yang berbahaya dan bisa mematikan.

Siput ini termasuk dalam golongan kanibal atau memakan sesama siput lain. Dalam memburu mangsanya, mereka akan menempel pada mangsa yang bercangkang lembut meski memiliki ukuran yang lebih besar dari dirinya.

Setelah menempel cukup kuat, siput air tawar akan menyedot sisa-sisa siput mangsanya yang keluar dari cangkang, dengan begitu mereka dapat mengambil dan memakan mangsanya.

5. Siput Darat Raksasa Afrika

Siput berukuran besar ini bertempat tinggal dihutan Afrika dan rawa disekitar Nigeria. Dibandingkan dengan species siput lain, siput ini memiliki ukuran tubuh yang paling besar yang pernah ditemukan hingga 20 cm.

Tak sedikit juga, orang-orang yang memelihara siput raksasa ini sebagai peliharaan eksotis. Ukuran tubuhnya yang raksasa berbanding lurus dengan kemampuannya yang cukup mematikan.

Mereka dapat memakan lebih dari 500 spesies tumbuhan dan merusak rumah blastera. Siput ini juga membawa penyakit meningitis langka yang disebabkan oleh cacing.

Hal ini didukung dengan kebiasaan siput ini yang biasa memakan kotoran tikus, bisa menularkan penyakit tapi masih ada yang memeliharanya ya guys.

4. Siput Pemakan Daging

Siput satu ini merupakan siput darat yang termasuk dalam hewan karnivora, asli dari Australia. Vica Panta Compata lebih dikenal dengan nama siput hitam otwey yang banyak ditemukan di hutan, hujan beriklim sedang di pegunungan Eotwey Victoria Australia.

Mereka memiliki warna bervariasi yaitu abu-abu dan biru dengan cangkang berwarna coklat tua mengkilap hingga hitam dengan semburat kuning coklat dibagian lingkaran dalam.

Siput ini memangsa siput lain, cacing tanah dan larva serangga bertubuh lunak, tapi tidak kanibal. Mereka memangsa hewan-hewan tadi dengan menjebak mereka kedalam lendir-lendir lengket.

Didukung dengan radula tajam yang menghadap kebelakang akan menahan dan merobek mangsanya. Penduduk setempat mengatakan bahwa siput ini memiliki habitat diantara vegetasi subur dengan tanah lembab.

Mereka memiliki rentang usia panjang dibandingkan dengan spesies siput darat lainnya.

3. Siput Samudra Biru

Siput laut satu ini memiliki bentuk berbeda dibandingkan dengan jenis siput lainnya, berwarna biru dan hidup di perairan hangat diseluruh dunia. Tubuhnya berukuran kecil yakni sekitar 3-8 cm, tapi hewan satu ini sangat mematikan.

Siput samudra biru biasa memakan hewan beracun seperti ubur-ubur dan memiliki system tubuh yang kebal terhadap racun dari mangsanya. Tidak berhenti disitu saja, mereka bahkan mampu menyerap racun-racun tadi dan disimpan di dalam tubuhnya. 

Hal tersebutlah yang membuat siput tidak bercangkang ini berbahaya, sebab ia dapat menjadi beracun dibandingkan dengan hewan-hewan laut lainnya. Karena kemampuannya dalam menyerap racun tadi.

2. Siput Cacing

Siput ini biasa ditemukan dalam kondisi melingkar diatas bebatuan atau permukaan keras lainnya. Banyak yang beranggapan bahwa hewan ini merupakan cacing karena cangkangnya yang keras hanya menyisakan bukaan cangkang yang terlihat.

Namun, para ahli mengatakan bahwa hewan bercangkang ini merupakan siput siput unik ini memiliki tentakel pendek dan tebal yang dilengkapi dengan kaki pendek.

Siput yang biasanya melingkar diatas batuan ini akan memiliki cangkang yang berkelak kelok. Selain itu, mereka dapat melepaskan lender dari tubuhnya yang panjangnya mencapai 2 meter.

Tidak hanya memiliki bentuk yang unik, siput ini juga memiliki system reproduksi unik, dimana pejantan melepaskan spermanya dan akan ditangkap oleh betina.

1. Siput Punk Rock

Siput satu ini memiliki nama Alvini Congka Strumeri yang terinspirasi dari mendiang Vokalis The Class Joes Raver. Siput ini memiliki cangkang yang mirip dengan punk rocker di tahun 70an yang membuatnya dijuluki sebagai siput Punkrock.

Mereka merupakan siput laut dalam yang menjadi bagian dari fauna lubang hidrotermal disamudra pasifik barat dan india.

Siput jenis ini memiliki nutrisi hasil hubungan endosimbiotik antara dirinya dengan proteo bakteria.

Meski memiliki darah unik berwarna ungu diduga diakibatkan karena habitatnya, yang berada disekitar jurang memberikan kontribusi pada hal itu juga penampilannya yang seperti tupai.

Hewan satu ini benar-benar memiliki cangkang yang keseluruhannya tertutupi oleh bulu-bulu halus.


Nah, itulah mengenai 10 siput paling berbahaya didunia yang harus kamu hindari. Penjelasan beberapa spesies siput tadi semoga dapat menambah wawasan dan kewaspadaan kita terhadap lingkungan sekitar. 

Terlebih lingkungan baru yang kita jumpai, kita juga tidak boleh sampai terkecoh oleh bentuk siput yang lucu, menarik dan menggemaskan. 

Karena kita tidak tau, apakah hewan itu berbahaya atau tidak. Kalau menurut kalian dari beberapa siput tadi mana species yang paling membahayakan dan harus dihindari ketika bertemu?