Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Lidah Hewan yang Ternyata Bisa Berbahaya

Semua anggota tubuh hewan memiliki perannya masing-masing, bagian tubuh dan fungsinya diciptakan untuk membantu para hewan dalam beradaptasi dilingkungan habitatnya, terutama di alam liar.

Lidah Hewan yang Berbahaya
Kucing. Sumber: meongers.com

Contohnya seperti lidah, yang membantu para hewan dalam memakan dan merasakan mangsanya.  Namun, sebagian hewan memiliki lidah seperti dilapisi duri dan jika terkena hewan lain, ataupun manusia bisa membahayakan.

10 Lidah Hewan yang Ternyata Bisa Berbahaya

Nahh, kali Ini kita akan membahas 10 lidah hewan yang ternyata bisa berbahaya jika terkena.

10. Cheetah

Siapa sih yang tidak kenal dengan salah satu predator darat ini.Hewan yang dijuluki dengan pelari tercepat ini merupakan anggota keluarga kucing yang memanfaatkan kecepatannya dalam memangsa lawan.

Yak tanggung-tanggung mereka dapat berlari dengan kecepatan 80-128 km/jam. Hewan satu ini tidak hanya memiliki cakar dan gigi yang tajam. Sama seperti keluarga kucing lainnya, cheetah biasa menjilat-jilat bagian tubuhnya menggunakan lidah.

Bukan sembarang lidah, lidah cheetah dilengkapi dengan duri-duri yang berguna untuk menyisir bulu hewan tersebut. Mungkin jika kalian tidak sengaja dijilat oleh kucing kecil pada umumnya, hanya merasakan geli dan kasar tanpa menimbulkan luka yang cukup serius.

Namun beda hal, jika kalian dijilat oleh hewan ganas satu ini, jilatan dari cheetah mampu menimbulkan luka seperti goresan bila mengenai tubuh manusia.

9. Salamander

Salamander merupakan amfibi yang memiliki kemiripan dengan kadal. Memiliki tubuh ramping, moncong tumpul, anggota tubuh pendek yang menonjol kekanan dan ekor yang tumbuh sejak larva.

Salamander memiliki kelebihan yang mirip dengan cicak yaitu dapat meregenerasi anggota tubuh yang hilang atau rusak. Beberapa species salamander memiliki kulit yang mengandung racun tetrodoxin yang kuat.

Dalam hal berburu, hewan ini akan mengintai dan menangkap mangsanya dengan menjentikkan lidahnya yang lengket dalam waktu kurang dari setengah detik. Lidah yang lengket merupakan hasil dari sekresi lendir dari kelenjar diujung dan langit mulutnya. Mangsa yang sudah terjebak kedalam mulut salamander tidak akan keluar dengan mudah karena sifatnya yang lengket. Ditambah dengan massa otot lidah salamander yaitu sekitar 1800 watt/kg, sehingga akan menimbulkan rasa seperti tersetrum.

8. Bunglon

Bunglon terkenal dengan warna kulitnya yang bisa berubah menyesuaikan lingkungannya ketika merasa terancam. Selain memiliki kelebihan itu, bunglon juga memiliki mata yang dapat melihat kearah yang berbeda dalam satu waktu.

Hal ini tentu menguntungkan dirinya, terutama dari predator yang sedang mengintai hewan ini. Hampir sama seperti salamander, bunglon memiliki lidah yang lengket yaitu 400x lebih lengket dari air liur manusia.

Mereka akan memangsa targetnya dengan menjulurkan lidah ke sasaran, yang hanya membutuhkan waktu 0,01 detik dengan kecepatan 60 km/jam. Bisa dibilang bunglon menerkam buruannya dengan mengandalkan lidahnya, bahkan bunglon berukuran kecil memiliki daya tangkap mangsa lebih cepat lagi.

Tapi ada satu kekurangan dari hewan satu ini, ekornya tidak dapat tumbuh Kembali Ketika sudah terpisah dari tubuhnya.

7. Paus Biru

Paus satu ini dijuluki sebagai mamalia laut terbesar didunia dengan panjang tubuh mencapai 30 m dan bobot 130 ton. Mereka dapat ditemukan dimana saja, kecuali di arktik. Paus ini tidak hanya memiliki bobot tubuh yang besar, mereka memiliki mulut yang besar dan lidah yang beratnya melebihi gajah, yaitu 3600 kg.

Sekali melebarkan mulut, paus biru mampu menampung sekitar 90 ton makanan dan air laut. Mulutnya yang lebar dan lidah yang berat ternyata berbanding terbalik dengan kerongkongan si paus yang kecil. Paus biru juga tidak memiliki gigi, melainkan pali yang merupakan serabut yang berfungsi untuk menyaring makanan.

6. Archerfish

Archerfish atau ikan sumpit merupakan hewan yang hidup di air payau dan air tawar. Dalam hal memangsa, archerfish akan memanfaatkan lidahnya untuk menembak mangsanya.

Ketika sudah mengincar mangsanya, ia akan memutar matanya sehingga bayangan mangsa jatuh di pinggiran temporal ventral ratina. Setelah dirasa tepat archerfish akan menyemburkan air dan dari lidahnya ke mangsanya. Hal ini dilakukan dengan cara membentuk alur kecil diatap mulut dan lidahnya menjadi sempit.

Selanjutnya mereka akan menembak dengan mengencangkan penutup mangsanya dan mengeluarkan air. Mereka memiliki tembakan yang akurat dan hampir selalu mengenai target pada tembakan pertama. Mereka juga dapat menjatuhkan serangga hingga 10 kaki diatas permukaan air.

5. Anteater

Anteataer atau yang biasa dikenal dengan trenggiling merupakan hewan pemakan semut. Hewan ini dijuluki sebagai hewan dengan lidah terpanjang didunia. Mereka tidak memiliki gigi dan menggunakan lidah sebagai giginya.

Dibantu dengan cakarnya yang merobek semak, lidah mereka menghirup hingga 35000 semut dan rayap setiap harinya. Lidah tadi juga memiliki struktur yang lengket, sehingga memudahkan mereka dalam menangkap mangsa. Kulitnya yang tebal dan rambut yang lebat,l juga menjadi tameng jika mereka digigit oleh semut.

4. Kura-kura Alligator

Species kura-kura satu ini berasal dari amerika serikat tepatnya mendiami perairan tawar. Mereka juga didapuk sebagai kura-kura air tawar terberat didunia.

Mereka memiliki cangkang yang panjang dan tebal dengan 3 punggung sisik besar. Bagian dalam mulutnya memiliki kelenjar vermiform yang berbentuk cacing. Bentuk yang mirip cacing tersebut, berfungsi untuk mengecoh hewan lain agar mendekat dan masuk perangkap mereka.

Jika tidak berhati-hati, hewan air lainnya dapat dengan mudah masuk perangkap dan malah menjadi santapan si kura-kura. Selain itu, perlunya penanganan khusus bagi species kura-kura satu ini, sebab mereka memiliki potensi yang membahayakan bagi makhluk lain.

3. Ular

Agaknya, hewan satu ini terkenal ya dengan keganasannya, pasti kalian sudah tau jika hewan melata ini memiliki kebiasaan menjulurkan lidahnya. Menjulurkan lidah merupakan cara ular dalam mendeteksi mangsanya.

Lidah ini menjadi pengganti indra pendengaran dan penglihatan, karena keduanya memiliki tingkat sensitivitas yang rendah. Lidah ular memiliki dua cabang yang berukuran lanjang dan juga runcing, setelah menangkap partikel udara mereka akan memasukan Kembali lidahnya. Dan informasi partikel tadi, akan diteruskan serta di proses di otak.

Jadi makhluk lain harus berhati-hati jika berada dialam terbuka, bisa saja mereka sudah diketahui dan diintai oleh si hewan melata satu ini.

2. Beruang Madu

Beruang madu merupakan fauna yang berasal dari Bengkulu, sekaligus menjadi symbol provinsi Bengkulu dan Balikpapan.

Species satu ini memiliki panjang mencapai 1,5 m dan bobot tubuh mencapai 80 kg. Lebih kecil dari species beruang lain, seperti namanya hewan ini merupakan pemakan madu. Namun tidak hanya itu, mereka juga memakan rayap dan serangga.

Beruang madu memanfaatkan lidahnya yang mencapai 25 cm untuk masuk kesarang serangga, lebah atau rayap. Kebalikan dengan bobot tubuhnya yang paling kecil, lidah beruang madu memiliki lidah terpanjang diantara beruang lainnya.

Dibantu cakarnya yang kuat, mereka dapat dengan mudah mengambil mangsa, bahkan ditempat yang sulit dijangkau sekalipun.

1. Flamingo

Hewan satu ini memiliki system menarik dalam dirinya, yaitu warnanya yang cantik dan leher serta kaki yang panjang. Warna pink yang berasal dari charotenoid tidak hanya terdapat dibulunya saja, melainkan juga masuk ke aliran darah flamingo.

Warna tubuhnya yang cantik berbanding terbalik dengan salah satu bagian tubuh flamingo yaitu lidahnya. Lidah flamingo ditumbuhi oleh bulu-bulu yang berguna untuk menyaring makanan yang masuk.

Hal ini membantu flamingo untuk menyerap berbagai makanan baik berupa crustasea ataupun udang. Lidah flamingo juga terdapat jaringan ereksi yang berisi darah dan bersifat kaku. Hal ini membantu kepala flamingo tetap stabil Ketika mencari makan didalam air.


Nahh, itulah mengenai 10 lidah hewan yang ternyata bisa berbahaya. Berbagai fungsi lidah yang dimiliki oleh hewan-hewan tadi, merupakan bentuk adaptasi dari mereka dilingkungan alam. Terutama ketika mereka mencari makan, lidah ini bisa dijadikan strategi untuk melumpuhkan mangsa.