Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Serangga paling Mematikan di Dunia yang Harus Kamu Hindari

Serangga Paling Mematikan dan Berbahaya di Dunia

Mungkin sebagian dari kita memiliki ketakutan terhadap beberapa jenis hewan tertentu, seperti singa atau beruang misalnya. Karena tubuh mereka yang besar dan kuat, serta perilaku mereka yang cenderung buas. Namun tidak melulu hewan bertubuh besar yang harus kamu takuti lo, guys. Kamu juga harus mewaspadai beberapa jenis serangga.

Meski memiliki tubuh rata-rata kecil bahkan mungil, namun ada baiknya kamu berhati-hati, jika kamu melihat atau berada dekat dengan beberapa jenis diantara mereka yang akan kita bahas ini.

Karena jika kamu sampai tergigit atau tersengat, rasa sakit yang akan dialami bisa menjadi mimpi buruk, bahkan hingga menyebabkan kematian. 

Nah kali ini, kita akan membahas mengenai 10 serangga paling mematikan didunia.


10. Serangga Pencium

Binatang penghisap bisa mati
Ilustrasi Serangga Penghisap. Sumber: arch1design.com

Serangga mematikan pertama yang sebaiknya kamu waspadai adalah serangga pencium atau the kissing bug. Serangga dengan nama panggilan yang cukup unik ini mempunyai nama asli triatome.

Nama unik ini, berasal dari kebiasaan mereka yang menghisap darah mangsanya disekitar area mulut guys.

Ketika mereka menghisap darah manusia disaat yang bersamaan, mereka akan mengeluarkan parasit mematikan bernama rupansosoma critzy. Parasit inilah yang kemudian dapat membuat mangsa serangga pencium menderita penyakit dengan nama cagas.

Cagas sendiri merupakan penyakit yang berpotensi besar menyebabkan kematian, jika tidak ditangani dengan cepat. Beberapa gejala dari penyakit akibat gigitan serangga ini adalah diantaranya demam, kelelahan, diare dan pembengkakan kelopak mata.

Tubuh mereka yang sangat kecil, menjadi salah satu alasan guys. Mengapa mereka dapat dengan bebas menyebabkan parasit tersebut.

Wahh, lalu bagaimana mewaspadainya ya.

Nahh hewan ini memiliki penampilan yang cukup mudah untuk dikenali kok guys. Bagian tubuh the kissing bug berwarna merah dengan garis hitam, serta memiliki leher yang kurus dibagian depan, perhatikan ya!


9. Semut Api Merah AKA Red Fire Ant

Semut api paling mematikan
Ilustrasi Semut Api Merah atau Red Fire Ant. Sumber: echo.net.au

Berikutnya ada red fire ant atau semut api merah, mungkin kamu akan berfikir jangan-jangan ini jenis semut api yang biasa kamu temukan disekitar rumah ya. kamu salah guys, yang ini bukan jenis semut yang biasa kamu lihat lho. Red fire ants merupakan serangga dengan sengatan berbahaya yang masuk dalam kategori level 3 guys.

Serangga bernama latin solenopsis ini, memiliki sengatan yang membuat tubuh seperti merasakan rasa panas api yang membakar kulit. Semut ini umumnya memiliki sarang didalam tanah dan habitat utamanya adalah dibenua amerika serta banyak tersebar di amerika selatan dan wilayah selatan amerika serikat.

Panjang tubuhnya kurang dari 1 inchi dan berwarna merah kecoklatan. Species ini umumnya juga dikenal sebagai semut api merah impor atau red imporsit fire ants. Semut api merah menggunakan racunnya untuk membuat mangsa mereka tak berdaya, bahkan seekor katak dapat habis dimangsa oleh 1 kolonis semut api dalam semalam guys.

Fyi racun semut api merah ini adalah campuran dari 46 protein yang berbeda lho. Pada kebanyakan orang, sengatan hanya menyebabkan iritasi kulit ringan, meskipun memiliki rasa terbakar yang sangat pedih.

Namun kemudian, racun semut api baru-baru ini menunjukan, bahwa racun itu ternyata mampu mempengaruhi system syaraf guys. Sebab tak sedikit orang yang mengeluh dan mengalami gejala halusinasi setelah menderita gigitan semut ini.


8. Giant Water Bug

Giant Water Bug adalah
Ilustrasi serangga Giant Water Bug. Sumber: belostoma2015.wordpress.com

Berikutnya ada serangga yang sempat menghebohkan jagat dunia maya, karena gigitan mereka konon mampu membuat tangan seseorang berlubang-lubang. Mereka adalah giant water bug atau serangga air raksasa.

Serangga satu ini berasal dari ordo heteroptera dan keluarga belostomytidae, meski merupakan serangga namun jangan anggap mereka sepele guys. ukuran tubuh serangga ini bisa mencapai 12 cm, tak hanya memakan serangga lain, giant water bug juga menjadikan ikan, ular, kura-kura dan bahkan itik sebagai mangsanya.

Dalam sebuah studi terbaru, sinya oba seorang professor antomologi dari universitas Nagasaki jepang, mengulas banyak hal menarik dari serangga air raksasa ini. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal antomological science. Salah satu fakta yang paling menarik dari giant water bug adalah peran pejantan dalam merawat anaknya guys.

Sedangkan betina lah yang berkelahi untuk memperebutkan sang jantan. Tapi soal tangan yang bisa berlubang akivat gigitan mereka si kabar bohong guys alias hoax.

Tetapi mereka tetap harus kamu waspadai lho, mereka tetap termasuk kedalam kategori serangga paling berbahaya. Karena mampu memangsa hewan yang ukurannya lebih besar dari pada mereka.


7. Tawon Ndas

Sengatan tawon paling mematikan
Ilustrasi Tawon Ndas. Sumber: fumida.co.id

Disekelling kita ada banyak hewan yang diam-diam berbahaya dan mematikan lho guys. Salah satunya adalah tawon ndas atau vespa apinis. Tawon ini hidup di Indonesia dan negara-negara asia tenggara lain seperti Malaysia, filiphina, laos, Thailand dan Vietnam.

Tawon ndas dari kelas pekerja memiliki panjang sekitar 3 cm. Kepala, antenna dan toraxnya berwarna hitam. Sementara abdomen depan berwarna orange kekuningan dan bagian belakang berwarna hitam, serta memiliki sayap berwarna kecoklatan.

Tawon ndas ini memilliki sengatan yang sangat menyakitkan lo guys. Satu sengatan mereka saja, dapat mengakibatkan kerusakan syaraf pada tubuh korbannya. Tawon ini memiliki perilaku yang agresif, dengan sengatan kuat yang berpotensi menyebabkan anafilaxis.

Di indonesia sendiri sudah ada beberapa kasus sengatan tawon ndas yang berujung dengan kematian guys. Perhatikan bentuknya dan berhati-hati ya!


6. Killer Bee

Lebah paling berbahaya
Ilustrasi The Killer Bee atau Africanesse bee. Sumber: beeresponse.com

Berikutnya ada lebah Afrikanisasi atau Africanesse bee yang sangat populer, dikarenakan memiliki sengatan paling berbahaya yang dapat melumpuhkan mangsanya dalam sekejap.

Lebah ini juga dikenal dengan sebutan killer bee atau lebah pembunuh yang merujuk pada insting menyerang, serta kemampuan bertahannya yang mengagumkan guys. Kebah afrikanisasi merupakan hewan hasil kawin silang, antara lebah madu yang berasal dari afrika selatan dan lebah madu eropa.

Bisa menyebabkan kematian, racun dari lebah afrikanisasi merupakan racun lebah paling berbahaya diantara spesies lebah yang ada didunia guys. Reaksi yang dapat ditimbulkan oleh racun lebah afrikanisasi pada tubuh manusia adalah mulai dari mual, kelelahan, pusing hingga sulit bernafas.

Seseorang yang terkena sengatan lebah afrikanisasi dalam jumlah besar, harus diberi pertolongan medis secepatnya guys. Sedangkan bengkak yang disebabkan oleh sengatan lebah ini, biasanya akan hilang dalam jangka waktu lebih dari 1 minggu.

Lebah ini memiliki sifat devesif dan agresif, dimana mereka akan menyerang pada saat mereka merasa terancam dengan kehadiran manusia atau hewan lainnya. Oleh karena itu guys, jika ada koloni lebah afrikanisasi yang membangun sarang disekitar lingungan kamu, maka sebaiknya segera hubungi tenaga professional ya, yang memiliki kemampuan khusus untuk membasminya.


5. Tomcat

Apa itu Tomcat
Ilustrasi Serangga Tomcat. Sumber: beritasatu.com

Ingat tomcat ga guys?

Yaps, serangga satu ini yang sempat menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak, sempat ada kabar yang menunjukan bahaya semut charlie atau tomcat ini, disertai dengan foto anak-anak dengan mata bengkak, ruam dan kemerahan pada kulit bahkan bernanah.

Tapi itu semua hanya informasi sesat ya, atau hoax.

Meski begitu serangga kecil satu ini, tetap berbahaya bagi manusia. Darah dari tomcat mengandung racun kuat yang disebut pederin, dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.

Jika kita membunuh seekor tomcat tanpa alas atau sarung tangan, racun ini akan dilepaskan dan terserap oleh kulit. Lalu racun ini akan menyebabkan dermatitis parah atau ruam dan iritasi kulit serius hingga kulit menjadi melepuh guys.

Serangga yang memiliki nama latin enerus rusipest dan dikenal dengan robe pitle ini, ukurannya sangat kecil yaitu hanya 7 hingga 8 mm saja. Perhatikan baik-baik ya guys, Tomcat memiliki kepala hitam dengan rongga dada berwarna orange atau merah.

4. Lalat Tsetse

Lalat yang harus di hindari
Ilustrasi Lalat Tsetse. Sumber: alodokter.com

Namanya si terdengar lucu atau unik ya guys, tapi yang pasti jenis lalat tsetse ini sangat mematikan lho. Jika diamati sekilas sihh, memang bentuk lalat ini mirip dengan lalat pada umumnya.

Namun sebenarnya lalat ini punya ciri fisik khusus yaitu adanya sejenis moncong panjang dikepalanya, serta bagian sayap yang terlipat diatas punggung.

Nahh, bagian moncong inilah yang digunakan untuk menghisap darah korbannya, sementara itu tubuh lalat tsetse umunya berwarna kemerahan. Lalat ini menjadi satu diantara beberapa hewan yang patut diwaspadai, karena bisa menularkan penyakit unik, yaitu penyakit tidur atau disebut thrypanosoma yang menyerang system syaraf.

Penyakit ini disebabkan oleh mikroba thrypanosoma, yang jika dibiarkan tanpa perawatan infeksinya bisa berakibat sangat fatal


3. Tawon Raksasa Jepang

Tawon Raksasa paling mematikan
Ilustrasi Tawon Raksasa. Sumber: kordanews.com

Tawon raksasa jepang merupakan hewan paling mematikan di negara matahari terbit guys. Mereka dapat membunuh 40 lebah madu dalam 1 menit saja, juga menembakkan asam dan mengakibatkan daging mangsa meleleh.

Bahkan, bisa menyebabkan gagal ginjal pada manusia lho, hal ini dikarenakan tawon raksasa jepang memiliki racun yang sangat mematikan. Selain itu, kebanyakan orang didunia memiliki alergi alami terhadap sengatan tawon guys.

Inilah yang membuat peluang kematian akibat keracunan semakin meningkat, dijepang sendiri diperkirakan terdapat 30 hingga 40 orang meninggal dunia setiap tahun yang disebabkan oleh sengatan tawon raksasa ini.

Jumlah statistic tersebut lebih besar dari kematian yang disebabkan oleh serangan beruang dan ular berbisa guys. Tawon raksasa jepang ini, biasa disebut konzhosumebatci, dan dapat tumbuh hingga berukuran 4,5 cm dengan sayap lebih dari 6 cm.

Mereka memiliki 3 mata kecil yang terletak diantara 2 mata majemuk yang besar, dengan warna berbintik kuning, coklat dan merah tua. Tawon raksasa jepang banyak terdapat didaerah pedesaan disana, meski kadang ditemukan pula didaerah perkotaan.

Mereka ini sangat aktif pada musim gugur guys, sampai-sampai pemerintah setempat memberikan himbauan untuk menjauhkan diri dari serangga ini. Waspadai hewan ini, saat kamu liburan ke jepang pada musim gugur yaa.


2. Semut Peluru

Ciri ciri Semut berbahaya
Ilustrasi semut peluru. Sumber: https://www.istockphoto.com/


Jika kamu pernah menonton film ants man nya marvel, kamu mungkin ingat pada salah 1 species semut yang disebutkan di film tersebut, yaitu paraponera clavatta.

Semut hitam besar itu disebut sebagai bulled ant alias semut peluru. Semut hitam yang biasa kamu lihat disekeliling rumah mu, tidak ada apa-apanya lho, jika dibandingkan dengan semut peluru guys.

Pasalnya, ukuran dari semut peluru bisa mencapai 3 cm alias lebih dari setengah panjang jari kelingking kamu guys. Secara teknis, semut peluru sebenarnya tidak menggigit, tetapi menyengat dan ada alasan khusus kenapa semut ini sampai disebut semut peluru.

Dikarenakan sengatan semut ini, konon sama sakitnya seperti terkena tembakan peluru. Semut peluru menduduki ranking teratas  dalam smith paint indeks, yaitu daftar yang berisi serangga dengan sengatan tersakit didunia.

Justin smith ilmuwan yang menciptakan daftar tersebut, menggambarkan rasa sakit akibat sengatan semut peluru, seperti berjalan diatas batubara panas, dengan paku besar tertancap ditelapak kaki.

Bahayanya efek menyakitkan dari sengatan semut peluru ini, dapat bertahan sampai 24 jam penuh. Wahh, untung saja semut ini cuma hidup dikawasan amerika tengah dan selatan dan tidak hidup di indonesia.


1. Nyamuk

Nyamuk paling mematikan di dunia
Ilustrasi nyamuk. Sumber: sehatq.com

Dan untuk serangga berbahaya paling puncak, boleh percaya atau tidak yaitu nyamuk.

Iya, nyamuk ternyata dianggap sebagai serangga pembunuh paling mengerikan dalam sejarah umat manusia lho. Hewan ini merupakan pelaku yang bertanggung jawab, atas lebih dari 1000.000 kematian, serta 300 hingga 500.000.000 kasus akibat gigitan nyamuk setiap tahunnya diseluruh dunia.

Nyamuk yang memiliki beberapa species ini, umumnya menyebarkan penyakit seperti malaria, demam berdarah dangue, demam kuning dan masih banyak lagi.

Menurut data dari world health organisation atau WHO, setiap 40 detik seorang anak didunia terinfeksi malaria atau demam berdarah, karena gigitan nyamuk dan ada sekitar 272.000 kematian karenanya.

Biasanya seseorang yang terkena gigitan nyamuk tidak akan sadar, hingga ia merasakan gatal dan bengkak dikulitnya. Akan tetapi, efek dan gejala penyakit yang ditularkan baru akan terasa setelah 10 hari guys.


Nahh, itulah mengenai 10 serangga paling mematikan di dunia. Kalau menurut kamu, serangga mana nih yang paling kamu waspadai.